Portal Berita Islam Terpercaya

Tampilkan postingan dengan label MUSLIMAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUSLIMAH. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Februari 2017

"Ukhti, Sholiha saja tidak cukup untuk menyandang status Jomblo akhir zaman"

Ilustrasi

bersamaislam.com -

Wanita memang selalu lupa di mana ia meletakkan barang-barangnya. Sekalipun itu adalah barang berharga.

Tapi ia TIDAK akan pernah lupa apa yang pernah dikatakan seorang lelaki kepadanya.

Jangan pernah berjanji atau semisalnya, karena sampai mati ia akan mengingatnya. Karena itu juga, wanita sering melambung tinggi jika dipuji lelaki. Walau mungkin saja, lelaki hanya sedang berbasa-basi.

Maka jadilah wanita yang tidak mudah gede rasa hingga lupa pakai logika.

Percayalah, lelaki yang baik tidak mudah menebar kata. Karena ia sadar, semua yang terucap akan tertancap.

Lelaki yang baik menyadari bahwa ia akan kehilangan harga diri sebagai lelaki ketika ia berjanji tapi tak ditepati atau ketika ia berkata ia tidak memegang kata-katanya.

Jadi ukhti, sholiha saja tidak cukup untuk menyandang status jomblo akhir zaman.

Kamu harus kuat, harus realistis, harus logis menghadapi kata-kata yang ditebar bagai jala.

Agar kamu tidak mudah 'Baper' atau 'Gede Rasa' jika suatu saat, ada yang kirim pesan bertanya, "Ukhti, bolehkah ana ber-ta'aruf dengan ukhti?"

Karena bisa jadi, itu hanya basa basi...

Sebab ikhwan sejati, pasti bertanya lewat murobbi.

Ukhti...
Jadilah Planton untuk segala jala-jala.

_________________________
Rabu, 08 Februari 2017
Ditulis oleh Vivi Suriani

 

Rabu, 04 Januari 2017

Resep Indadari Caisar Ajak Suami Berhijrah

Caisar, Indadari dan putrinya

bersamaislam.com - Indadari Mindrayanti, istri dari mantan pejoget YKS Caisar menceritakan pengalamannya mengajak suami berhijrah dan membentuk keluarga sakinah berlandaskan agama. Menurutnya mengambil teladan dari istri-istri Rasulullah SAW dan shahabiyah adalah cara terbaik.

"Kalau cari inspirasi jangan dari manusia biasa, jangan dari saya, belajarlah dari istri-istri rasul, shahabiyah seperi Khansa, Ummu Sulaim. Mereka bukan hanya berhasil membangun rumah tangga tapi juga berhasil masuk surga," katanya dilansir Muslimahdaily, (04/01).

Indadari yang kini istiqomah mengenakan cadar tersebut juga menceritakan bagaimana perjuangannya mengajak sang suami menjadi lelaki yang saleh dan taat beragama.

"Alhamdulillah suami saya itu memang dari awal kenal memang lugu dan polos. Jadi dia itu tergantung sama siapa. Betul kata Rasulullah, agamamu tergantung agama temanmu. Allah menggenggam hati di antara dua jemari. Dia mudah sekali taat,” ungkapnya.

Caisar atau lebih dikenal dengan nama Cesar atau Cesar Yuk Keep Smile, adalah seorang penari dan artis televisi Indonesia yang terkenal dengan Goyang Caesar di acara Yuk Keep Smile di stasiun televisi Trans TV.

Pada hari Sabtu, 5 April 2014, Caisar menikah dengan seorang wanita bernama Indadari Mindrayanti. Indadari sendiri merupakan janda dari Lucky Hakim dan telah memiliki satu orang anak perempuan yang bernama Nokia Alike Putri Hakim. Pernikahan berlangsung di Lampung.

Kini setelah berhenti dari dunia entertainment, Caisar dan Indadari fokus terhadap bisnis fashion dan kuliner yang tengah dirintisnya.


Minggu, 25 Desember 2016

Berita Hari Ini : Wanita Berilmu dan Shalehah

WANITA memiliki posisi yang mulia dalam Islam. Bahkan Allah telah menyiapkan jalan-jalan bagi para wanita menuju surga dengan mudah. Sayangnya, tak semua wanita menyadari akan hal ini.
Jika kita melihat kembali sejarah salafush shalih, maka kita akan menemukan wanita-wanita yang begitu bersungguh-sungguh dalam meniti jalannya menuju surga. Salah satu jalan yang mereka gunakan dalam meniti jalan ke surga adalah dengan menjadi wanita berilmu dan shalihah.
Wanita berilmu dan shalihah itu bernama Ummu Hasan. Ia adalah murid dari Baqi’ bin Makhlad rahimahullah. Baqi’ bin Makhlad (wafat 276 H/889 M) pernah berjalan dari Spanyol ke Baghdad untuk belajar hadits ke Imam Ahmad bin Hanbal.
Imam Ahmad takjub dan memuji kesungguhannya dalam belajar. Ummul Hasan membaca kitab al-Duhur di hadapan Baqi’ bin Makhlad. Putra Imam Baqi’ bin Makhlad, Ahmad bin Baqi’ hadir dalam pembacaan kitab itu. Ia menyimak bacaan Ummu al-Hasan melalui kitab untuk memastikan tidak ada kekeliruan pada hafalannya.
Ummul Hasan adalah seorang yang bijak, mampu memutuskan masalah dengan benar. Ia cerdas, zuhud, dan berakhlak mulia. Namanya disebut dalam buku-buku yang mengulas keutamaan Baqi’ bin Makhlad.
Ar-Razi berkomentar tentang Ummu al-Hasan, “Saat menunaikan ibadah haji, ia mengumpulkan pembahasan-pemabasan fiqih dan hadits. Bahkan Baqi’ bin Makhlad meriwayatkan hadits darinya. Pada perjalanan haji yang kedua, ia wafat dan dimakamkan di Mekah.”
Ia telah banyak mengerjakan amal kebajikan yang menjadi tabungan pahala untuk akhiratnya. Mencatat ilmu fiqih dan hadits sehingga bermanfaat bagi orang-orang setelahnya. Namun pernyataan ar-Razi bahwa Baqi’ meriwayatkan hadits darinya perlu ditinjau ulang. Karena Ummu al-Hasan lah yang mempelajari hadits dari Baqi’ bin Makhlad.
Dalam al-Muskitah, Amir Abdullah bin Abdurrahman III bin Muhammad menyatakan, “Seorang wanita berilmu dan shalehah, putri dari Abu Liwa datang setiap Jumat ke majelis Jumatnya Baqi’ bin Makhlad di rumah Abu Abdurrahman. Wanita itu merupakan seorang berilmu yang istimewa. Ia juga telah berhaji.”[]
Sumber: kisahmuslim.com

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.