Portal Berita Islam Terpercaya

Minggu, 12 Februari 2017

Pribumi Bersatu, Ahok Kalah Satu Putaran

Umatuna.com - Masyarakat pribumi harus menyatukan kekuatan dan bersatu padu untuk tidak memilih pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dalam Pilkada DKI yang berlangsung 15 Februari nanti.

Begitu dikatakan Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo), Bastian Simanjuntak kepada redaksi, Senin (13/2).

"Untuk mengalahkan Ahok dalam satu putaran masyarakat pribumi harus bersatu padu menjatuhkan pilihan pada paslon yang hasil pollingnya paling tinggi," sambungnya.

Salah satu yang menurut Bastian mendapatkan polling tinggi baru-baru ini adalah Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Berdasarkan hasil survei Indonesia Network Election Survey (INES), Pilkada DKI Jakarta akan terjadi dua putaran. Pasangan Agus Yudhoyono -Sylviana Murni dipilih sebanyak  18,14 persen disusul, Basuki Tjahaja-Djarot Syaiful Hidayat dipilih sebanyak  28.80 persen sedangkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dipilih  sebanyak  42.86 persen oleh  warga DKI Jakarta.

"Pasangan Anies-Sandi membutuhkan tambahan suara 10 persen untuk mengalahkan Ahok dalam satu putaran," jelasnya.

Terlepas dari itu, Bastian merasa, banyak ketimpangan di Jakarta semasa dipimpin Ahok-Djarot. Kehidupam sosial masyarakat Jakarta juga menjadi kurang baik.

"Disamping Ahok terindikasi terlibat beberapa kasus korupsi, dia juga menyandang status terdakwa dalam kasus penistaan agama Islam. Permasalahan demi permasalahan muncul akibat perilaku Ahok yang seringkali terang-terangan berkata tidak santun," sambung dia.

Bastian menegaskan, Ahok sebenarnya sudah tidak layak lagi di majukan dalam pertarungan pilkada ini. "Entah apa yang membuat partai-partai pendukung Ahok memaksakan diri mendorong ahok untuk maju dalam pilkada DKI 2017," heran dia.

Jakarta, kata Bastian lagi, butuh pemimpin baru yang bisa menjaga situasi tetap damai dan harmonis. Perilaku sosial masyarakat harus menjadi perhatian bagi pemimpin Jakarta agar tidak lagi terjadi gejolak-gejolak sosial yang tentunya merugikan kita semua.

"Saya yakin masyarakat pribumi Jakarta sudah cerdas, maka pada tanggal 15 Februari nanti masyarakat pribumi akan menyatukan pilihan untuk memilih pasangan calon gubernur yang hasil pollingnya paling tinggi, agar bisa mengalahkan Ahok satu putaran," tandasnya. (rmol)

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.