Portal Berita Islam Terpercaya

Kamis, 05 Januari 2017

Inilah Empat Serangan Maut Ustadz Novel Bamukmin Yang Membuat Ahok Dan Tim Pengacaranya Bagai Mati Terbujur Kaku Tak Bisa Jawab

Jakarta - Hingga hari ini perasaan stress dan depresi akut yang melanda kaum Zhongers usai Zhong Wan Xie alias Ahok sang majikan dikuliti habis-habisan di persidangan keempat oleh Ustadz Novel Bamu'min, nampak masih belum mereda.
Bagaimana tidak? Sidang keempat di Auditorium Kementerian Pertanian Pasar Minggu Ragunan Jakarta Selatan, Selasa 3/1/2017 itu sudah lewat dua hari. Tapi sampai hari ini point-point serangan maut Ustadz Novel tak ada satupun yang berani dibantah oleh Zhongers.

Ustadz Novel telah sukses dengan gilang gemilang membuat Ahok dan seluruh tim pengacaranya bagai mati terbujur kaku seperti mayat di dalam peti mati!

Ibarat pertandingan sepakbola, pada sidang keempat itu Ustadz Novel menggunduli 20-0 tim pengacara Ahok. Kalau mau diibaratkan duel bertanding tennis, skor Ustadz Novel vs Ahok and the genks adalah 6-0, 6-0, 6-0!

Untuk menutupi kegalauan usai kekalahan memalukan, kaum Zhongers kini terus berusaha mati-matian untuk memviralkan hal apapun yang mereka bisa.

Maka itu tidak aneh apabila segala perkara remeh temeh semacam kesalahan ketik Pizza Hut menjadi Fitsa Hats yang dilakukan oleh penyidik dalam BAP ustadz Novel yang mereka coba viralkan. Karena mereka memang kehabisan bahan untuk membantah Ustadz Novel.

Apabila para penyidik saat itu melakukan kesalahan ketik misalnya kata jengkel diketik menjadi jengkol, maka jengkol pula yang akan mereka bahas dan viralkan, sambil berkata: "Haha inilah bukti Novel ternyata doyan makan Jengkol". Sungguh sebuah argumentasi yang sangat buruk.

Berikut empat serangan maut Ustadz Novel tersebut:

Pertama, Ustadz Novel membawa bukti berupa e-book dari buku tulisan Ahok dengan judul 'Merubah Indonesia'. Di dalamnya, Ahok dianggap sudah menyerang surat Al Maidah.
"Jadi dari e-book sendiri, dari halaman 40 paragraf satu dua, sudah menyerang Al Maidah. Dan saya tantang tadi." tutur Ustadz Novel usai pemeriksaan saksi di lokasi sidang keempat, Selasa (3/1/2016).

Kemudian kedua, Novel mengaku menyinggung Ahok saat menjadi calon wakil gubernur DKI pada Pilkada 2012 lalu. Saat itu, mantan Bupati Belitung itu juga sudah menyerang agama tertentu.
"Contohnya, (Ahok bilang) ayat suci no, ayat-ayat konstitusi yes. Atau ayat-ayat konstitusi di atas ayat-ayat suci. Nah, itu saya sampaikan," jelas Novel.

Ketiga, dugaan penistaan agama oleh Ahok juga dilakukan di Pulau Pramuka pada 27 September, di acara Partai Nasdem 21 September, dan ketika 30 Maret. Ketiga momen itu berisikan singgungan Ahok terhadap surat Al Maidah juga.

Keempat, dia juga menyatakan Ahok telah menyerang perempuan yang berjilbab dan hadis Nabi.
"Untuk memenuhi rasa keadilan itu, saya minta kepada hakim yang tadinya menantang saya untuk jabarkan kebusukan-kebusukan Ahok, yang Ahok menyerang orang berjilbab. Kemudian hadis Nabi yang kaki surga di bawah Alexis, bukan di telapak kaki ibu. Itu saya akan jabarkan satu per satu," ujar Novel.
Kata Ustadz Novel, Ahok tidak mampu menolak lagi saat ditanya Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarso soal pidato mantan bupati Belitung Timur itu yang menyinggung Surat Al Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu.

"Ahok tadinya menolak, semua ditolak. Akhirnya dia malu sendiri, kata hakim apakah anda menyatakan di Pulau Seribu itu ditolak juga? Baru dia mengaku, oh yang di Pulau Seribu itu saya mengakui, karena hakim kasih pilihan jadi bagaimana," ungkap Novel kepada awak media usai memberikan kesaksian.
Perkara Ahok gemar menipu, itu memang sudah menjadi rahasia umum sejak dulu.

"Pertama ada pilihan ditolak semuanya, ditolak sebagian, atau diterima semuanya. Ahok menolak semuanya pertama, kemudian akhirnya hakim menyampaikan bahwa itu yang ditolak‎ semua termasuk Kepulauan Seribu, (akhirnya) Ahok mengakuinya, ya itu benar," beber dia.

Setelah memberikan keterangan di persidangan, Ustadz Novel mengaku tugasnya telah selesai menjadi saksi di kasus penodaan agama.

Keterangan foto: Ustadz Novel Bamukmin tertawa puas bagaikan menertawakan kekalahan memalukan Ahok dan seluruh tim pengacaranya pada sidang keempat, Selasa


Sumber berita :

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.