Portal Berita Islam Terpercaya

Selasa, 06 Desember 2016

Evaluasi Aksi Bela Islam III Di Markaz Syariah FPI Petamburan


Selamat pagi izin dilaporkan pada hari Minggu tanggal 4 Desember 2016 pukul 08.00 – 12.00 wib di Markaz Syariah DPP FPI Jl. Petamburan III No. 17 Kel. Petamburan Kec. Tanah Abang Jakarta Pusat, telah berlangsung kegiatan Majelis Rutin Markaz Syariah Petamburan Setiap Minggu Pertama bersama Al Habib Muhammad Rizieq Syihab Lc, MA, DPMSS & GNPF MUI. Tema : Evaluasi Aksi Bela Islam III, yang dihadiri sekitar 500 orang jemaat FPI.

Adapun tokoh yang hadir :
1. KH. Drs. Syeikh Misbakhul Anam, (Ketua Majelis Syuro DPP FPI/Wakil Ketua GNPF-MUI)
2. KH. Muhammad Al Khathathath (Sekjen FUI)
3. Ketua tanfidzi DPD Nangroe Aceh,
4. Habib Zakaria (Imam FPI Kalsel)
5. Imam FPI Madura,
6. Ustadz Khaerudin Surabaya,
7. H. Chaerul, SE (FPI Solo).
8. Dr. Sholeh Asegaf (Tim medis aksi Bela I, II, III)
9. Fachrurozy (FPI)
10. Sobri Lubis (FPI)

Adapun isi Majelis Rutin Markaz Syariah Petambutan sebagai berikut :

Adapun isi Majelis Rutin Markaz Syariah Petamburan sebagai berikut :

1. Habib Rizieq Syihab :
Kepada para habaib, ulama, jamaah, maka kesempatan hari ini atas izin Allah kita kembali dikumpulkan pada majelis ini. Saya berharap kumpulnya kita disini menyebab turunnya rahmad dan barokah.
Masih

Saya ingatkan bahwa majelis ini sudah disiarkan langsung dari radio streaming FPI dan TV streaming FPI. Ini juga disiarkan langsung.

Kita akan melakukan evaluasi daripada aksi bela Islam ke III. Perlu saya umumkan dulu dan beritahukan pada 6 Oktober ketika FPI DKI melaporkan kasus penistaan agama oleh Ahok, jujur saat itu sikap Polisi enggan untuk menindaklanjuti laporan. Setelah kita datangi berkali-kali keenganan itu makin nampak. Sehingga tercetus aksi bela Islam pertama di Kantor Balaikota dan Bareskrim. Dan laporan itu menjadi diprosesnya. Proses itu kita ikuti, setelah kita ikuti ada aroma intervensi dari kalangan parpol berkuasa dan Istana, sehingga Polisi jadi kikuk. Ditekan dari penguasa, dan umat Islam ikut mendorongnya. Sehingga muncul lagi aksi bela Islam ke II 411. Dan terjadi letupan didepan Istana. Hasilnya adalah Polisi berani maju selangkah dengan menetapkan Ahok menjadi tersangka.
Tidak benar jika demo Ahok ini tidak ada gunanya. Aksi tekan dan dorong bukan aksi sembarangan. Setelah ditetapkan sebagai tersangka kami datangi Mabes Polri dan audiensi dengan Kapolri minta Ahok segera ditahan.
Jika tidak ditahan, kami umumkan lagi Aksi Bela Islam III pada tanggal 2 Desember. Dan setelah diumumkan, luar biasa pengembosannya sangat kuat. Bela Islam 2 digembosi tapi mereka gagal, dan mereka tingkatkan penggembosan di bela Islam III. Hingga terang-terangan instruksi ke Kapolda agar masyarakatnya tidak usah ke Jakarta, dan PO Bus tidak mengangkut. Di Jakarta saja bikin selebaran via Hellikopter, dan fitnah ada aksi makar.
Ada fatwa dari pimpinan ormas Islam besar shalat Jumat di jalan tidak sah. Ada Hellikopter di Bakahuni, agar masyarakat tidak bisa menyeberang melalui Merak.

Ciamis, Bandung, Bogor, dan dari Jakarta malu ikutan jalan kaki juga. Sampai saya punya istri ikutan malu jalan kaki sampai ke Monas. Energi Ciamis luar biasa, tidak ada kekuatan yang bisa menggembosi karena anugerah dan pertolongan Allah SWT.

Diperkirakan peserta aksi 411 itu yang turun 3,2 Juta. Sementara aksi 212 disepakati jumlahnya itu lebih dari 2x lipat 212. Itungan itu logis dan ilmiah, sementara aksi 212 kemarin foto google map menunjukkan kepadatan lebih 2x lipat 411. Diperkirakan 7,5 Juta orang, itu karena anugerah Allah. Tidak ada seorang Habib, Syekh, ormas, apalagi parpol yang mampu mengumpulkan orang sebanyak itu dengan membela agama. Itu terjadi bukan lain karena pertolongan Allah.

Semua keindahan persatuan persaudaraan umat Islam bela Islam I dan II da ke III jauh lebih jelas dan nyata. Pada bela Islam II itu saling menjaga dan melindungi hanya dilokasi aksi. Tapi aksi 212 ini tidak hanya dilokasi aksi saja tapi sudah masuk ke daerah-daerah. Nuansa sentuhannya sangat terlihat.

Aksi bela Islam 212 semua dilarang shalat Jumat di HI harus di Monas. Dan ketika diterima di Monas Shaf paling belakang sampai ke arah Senen cempaka Putih, dan kanannya sampai ke Bundaran HI. Awalnya dilarang, akhirnya terpakai juga. Itu karunia siapa, Allah. Yang pingin shalat Jumat di Bund HI yaitu Allah, itu kehendak Allah.

Aksi bela Islam ke III semua diprotes oleh aparat bahkan digembosi oleh aparat dimana-mana digembosi. Pemerintah ikut gembosi, detik-detik akhir pemerintah ikut memfasilitasi. Siapa yang membolak-balikkan hati? Allah.

Ada yang tidak kalah menarik, sampai hari Kamis petinggi Islam termasuk MUI agar Presiden ikut hadir di shalat Jumat. Tapi Presiden tidak mau hadir dibilang itu orang-orang aliran keras. Intelijen bilang bahaya. Yang mengelola intelijen istana adalah Gorries Mere, jadi jangan kesana. Presiden bingung, tapi subhanallah didetik-detik akhir Presiden mau hadir. Sampai menjelang Jumat KH. Ma’ruf Amin tidak bisa datang dan Wakilnya juga tidak datang.

Karena kedua orang tua ini tidak hadir, teman-teman mendaulatkan saya sebagai khatib nya. Baru mau shalat Jumat, Presiden mau datang mendadak. Dan siangnya pada posisi Presiden tidak mau menolaknya. Yang berlaku karena kehendak Presiden atau Allah. Siapa yang Maha Kuasa dan Maha Kuat. Datangnya pas, pas sebelum khutbah dimulai, jadi isi khutbah dimulai. Tidak ada rekayasa manusia.

Dengan kuasa Allah sejak acara dimulai 8 pagi dan sejak Jumat, Allah kasih suasana sejuk. Tidak ada rasa panas, dan tidak kasih hujan. Dzikirnya tertib, doa nya tertib karena kuasa Allah. Begitu shalat Jumat, panitia kebingungan wudhunya bagaimana. Bagaimana mereka mau ambil tayamum. Madzab syafii kan tidak bisa tayamum di aspal.
Menjelang adzan pertama, Allah beri air langit dan umat ambil air wudhu dan badannya dibasahin dengan air. Lelah, capek hilang. Waktu hujan datang apa ada yang lari. Siapa yang Maha Kuasa dan Agung? Allah.

Terakhir, begitu hujan diturunkan orang ambil wudhu begitu masuk khutbah, hujan berhenti. Apa itu bisa diatur dengan manusia. Dengan penjelasan itu saya mau tanya, aksi 212 itu dibantu, ditolong ama siapa. Berarti aksi 212 itu kalah atau menang, kalah atau berkah. Manusia jutaan hadir itu tidak terjadi kerusuhan. Ini bukan saja sejarah pertama di Indonesia dan didunia. Jumat tertib, shalatnya tertib, semua satu tujuan untuk membela Islam semua terjadi dengan pertolongan siapa.

7 juta orang lebih turun kemarin, apa ada yang kekurangan air dan kekurangan makan. 300 bus akhirnya disiapkan pemerintah. Itu semua anugerah siapa? Siapa yang Maha Besar dan Kuasa serta Maha Agung.

Setelah saya jabarkan itu semua yang penting kita evaluasi adalah banyaknya turun kemarin menjadi penyebab sombongnya kita, jangan takabbur. Jadi kita harus bersyukur agar nikmat ini ditambah lagi oleh Allah SWT. Setelah aksi 212, kita harus kawal kasus Ahok dengan ketat. Tidak boleh lalai. Dapat berita salah satu JPU yang menuntut Ahok adalah seorang nasrani. Track recordnya mau kita periksa juga dan komentar-komentar pernyataan dia. Kita sedang kami pelajari, dan akan kami datang ke Jaksa Agung. Cari Jaksa yang senior, ghirah, mana penistaan dan bukan penistaan. Ini harus kita kawal. Kalau melihat jadwal, paling cepat 1 Minggu, semestinya harus disidang. Kita datangi ke Jaksa Agung apakah sudah ditetapkan ke Pengadilan. Dan di Pengadilan kita juga sambangi untuk pastikan jadwalnya. Setiap agenda sidang kita wajib datang. Di MUI sudah menyampaikan langsung ke Presiden, dan diajak bicara 4 mata dan sudah disampaikan secara langsung, kalau tidak mau ada aksi bela Islam 4, 5, 6, 7 maka perlu ada dialog dengan GNPF MUI. Kita akan siap dialog dan kami tidak takut dengan dialog. Kami persilahkan Presiden dan jajarannya, untuk dialog soal masalah kebangsaan dan kenegaraan. Artinya kami sampaikan kepada pemerintah apa yang jadi problem bangsa ini. Jika pemerintah mampu menjawabnya dan tidak melanggar konstitusi, serta jika kami salah sangka maka kami akan minta maaf dan ikuti pemerintah. Jika pemerintah melanggar, maka kita akan luruskan. Jika pemerintah tidak mau dialog dan dengerkan jangan salahkan Aksi Bela Islam selanjutnya. umat islam tidak akan capek. Seorang mukmin itu tidak pernah kenyang, dan berhentinya kapan, entar kalau sudah masuk surga.
Ada yang tanya, Habib ini kenapa aksi bela Islam I, II, III, dan kalau orang betawi bilang kalau 1,2,3 kalau sudah dibilangin ya tempeleng saja. Peringatan itu tiga kali. Jadi tidak ada lagi aksi bela islam ke 4, maka yang ada revolusi.
Setuju? Siap masuk surga. Jadi jangan coba-coba, tahu-tahu pengadilan membebaskan Ahok. Maka saya teriak revolusi. Siap turun lagi. Jangan turun lagi di Istana, Monas, HI, langsung kita sambangi ke Gedung DPR/MPR. Itu rumah rakyat, boleh kan tidur disana. Kalau tidur disana itu makar atau bukan. Kalau DPR rumah siapa? Boleh datang ke DPR, duduk boleh. Kalau ada yang menduduki DPR berarti makar, ini Polisi keder.
Boleh rakyat datang, boleh rakyat duduk, boleh rakyat nginep. Maka dari sekarang saya nasehatkan kepada anak-anak muda jaga kesehatan. Kalau mau jihad jangan ngerokok mulu. Mau kuat, mau jihad, jangan ngerokok. Duit ngerokok ditabung buat nginep di DPR. Berhenti ngerokok kita kumpulin 3 bulan, dan datang ke DPR. Jadi tidak bisa tuduh anda yang bayarin. Itu duit rokok anda yang ditabung. Setuju?

2. Ust Misbakhul Anam (GNPF MUI) :
Apa yang kita laksanakan evaluasi pada aksi bela Islam III berjalan lancar dan damai. Satu hal persoalan adalah pembagian konsumsi dan beberapa pos konsumsi dapat laporan langsung, konsumsi disediakan tidak ada habis-habisnya. Ini sungguh melupakan tanda kemenangan lain. Menarik lagi, hujan itu memang berbeda. Ini betul-betul Mu’jizat Al Quran bahwa didalamnya ada kebenaran Nya. Ada yang menarik didalam pertanyaan, agar KH. Ma’ruf Amin jadi khatib dan jawabnya singkat tidak mau jadi khatib. Saya tidak mau nanti ada konflik dengan kyai-kyai.
Akhirnya, Habib Rizieq yang gantikan khutbah. Dan diakhir acara, pidato Presiden jemaah ribut. Tapi pas Habib bicara jemaah tenang lagi. Ini presidennya Habib Rizieq apa Jokowi. Evaluasi real, bahwa pemimpin kita adalah ulama. Kesimpulan evaluasi saya ikuti kode etik Al Quran. Ikut ulama itu kunci agar masuk surga. Ikut komando Habib Rizieq tunduk dan ikut komando dari ulama. Aksi bela Islam ke III nengok aksi bela Islam II. Begitu dahsyatnya tembakan, itu kalang kabut. Pak Wiranto langsung nyungsep. Ini bukti kemenangan kita. Biarin kita aja yang dorong, ikut ulama siap.
Pemda ikut difasilitasi ornamen-ornamen natal, persis dengan pemurtadan. Ini dilawan atau dibiarkan. Ini instruksi resmi. Belum jadi Presiden sudah begitu. Jangan-jangan kalau Ahok jadi Presiden, bisa-bisa kita digorok. Kalau ada orang Islam pilih orang kafir maka dia kafir juga. Siap Revolusi. Atas nama pribadi dan Wakil Ketua GNPF-MUI, saya tidak ikut pemulangan Full.

3. Dr. Sholeh Asegaf (Tim medis aksi Bela I, II, III) : saya tidak menduga diminta Habib untuk bicara disini. Aksi bela Islam ke III lebih dari 500 orang terlibat tim medis. Ada juga herbalis, yang dipijet. Mengumpulkan orang ini tidak sulit, yang jadi sulit tidak bisa mengecewakan mereka.
Ini kesempatan menyatukan dokter tidak hanya sejabodetabek tapi se Indonesia. Rumah Sakit saya ditutup gara-gara perilaku Ahok ini. Bisikan itu diaktualisasi oleh orang-orang dibelakang Ahok. BPJS itu bisa diatasi sbnrnya. Akhirnya, kumpulnya dokter ini mempersatukan hati kami agar orang muslim ini punya potensi. ABI II ini ada korban kena tembakan gas air mata.

4. Ust Al Khathathath :
Sering orang salah dalam membuat analisis umat Islam seperti buih tidak ada apa-apanya. Jika tidak ada peringatan 3 kali, setelah itu kita buktikan. Kalau saya dari orang pengalaman pergerakan mengamati 212 itu adalah terdahsyat. Tidak ada lagi pandangan itu. Mereka sangat memandang sebelah mata. Itu muncul dari pimpinan ormas besar dikantor ormas besar. Hari ini ormas itu tidak besar lagi. Saya aktivis gerakan lebih 30 tahun. Kita melihat semua orang mengakui GNPF-MUI kalau kita lihat pembentukannya duduk-duduk di RM Abu Nawas, disitu mulai dibentuk. Koordinatornya langsung Bachtiar Nasir tanpa Munas. Karena keikhlasannya luar biasa Allah. Aksi 212 Wiro Sableng, Limbad, Titik Soeharto (konglomerat) hadir dan Jalan kaki dari Cendana. Tulisannya juga beredar.

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.