Inilah Dua Kegiatan 'Islami' Dari Pendukung Basuki Jelang Pilkada
| Dua kegiatan yang menggunakan atribut Islam dari pendukung Basuki |
bersamaislam.com - Meski Basuki alias Ahok telah menistakan Al-Quran dan merendahkan ulama, pendukungnya justru mengadakan dua kegiatan 'Islami' jelang Pilkada Gubernur DKI Jakarta. Menjebak kaum muslimin?
Yang pertama adalah munculnya artikel yang memuat dalil tentang kebolehan memilih pemimpin non muslim.
"Apakah jika umat Islam DKI memilih pemimpin non-muslim imannya akan hilang?"
Demikian bunyi judul artikel tersebut, terdapat foto Ahok mengenakan pakaian muslim diapit oleh anak-anak kecil berjilbab.
"TIDAK. Memilih Gubernur itu soal manajemen dan administrasi pemerintahan, bukan soal aqidah dan bukan seperti memilih imam sholat yang harus pasti keimanan dan keislamannya," fatwa dari Imam Ghazali dan Ibnu Taimiyah dijadikan referensi.
Tidak diketahui siapa penulisnya, namun penyebaran artikel tersebut seperti mengulang kembali tindakan penghinaan Al-Quran yang telah dilakukan Ahok ketika mengutip surat Al-Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu.
"Waspada Buletin sesat presented by munafiqun, 320.000 eks telah siap edar di Jakarta. Pastikan masjid-masjid steril dari buletin-buletin sesat lagi menyesatkan," tulis seorang Facebooker, Sahidan Gayo, Senin (6/12).
Kedua yaitu penyelenggaraan Istigosah kebangsaan yang telah menyeret nama Nahdlatul Ulama.
Seperti diberitakan, pendukung Ahok menyelenggaran acara bertajuk "Istigosah Kebangsaan Warga Nahdliyin DKI Jakarta".
NU menyatakan tidak pernah menyelenggarakan acara tersebut dan memprotes keras.
"PBNU tidak pernah menggelar acara seperti yang ditayangkan Metro_TV. Kami mohon penjelasan resmi dari Metro_TV," demikian cuitan akun Nadlatul Ulama di twitter.
Ahok yang hadir berkilah jika acara tersebut hanya ajang kumpul-kumpul keluarga NU.
"(Acara) itu memang bukan PWNU atau GP Ansor (yang selenggarakan). Itu cuma keluarga NU, kumpul saja mereka, bukan atas nama PBNU atau PWNU kok," kata Ahok di Kompas, Senin (6/2/2017).
0 komentar:
Posting Komentar